Mungkin tidak pernah terbayangkan,
melihat anak kecil yang baru berusia 6 tahun atau sepangkat taman kanak kanak
menangis menuju rumahmu dengan baju basah tanpa sedikitpun bagian yang kering,
termasuk dalamannya. rambutnya lembab dan air yang di badannya membasahi semua
lantai rumahmu seperti banjir yang mulai surut, semuanya jadi becek.
Miris sekali melihatnya
Anak kecil yang aku kira masih belum
mengerti benar apa yang ia lakukan, dan anak kecil yang sama sekali belum
pantas mendapatkan perlakuan sedikit ekstrim seperti tadi. Diseret seret dengan
paksa dibawah derasnya hujan oleh seorang yang tidak memiliki hubungan darah
dengannya. Ah, sama sekali tidak manusiawi dan bukan sifat seorang ibu rasanya.
Bukankah seharusnya seorang perempuan
itu harus bersifat lemah lembut pada siapa saja, apalagi kepada anak kecil yang
masih tergolong dangkal untuk mengerti semua tentang kehidupan dunia, Bukankah
seorang perempuan itu harus menggunakan nada suara yang rendah untuk menghadapi
lawan bicaranya, walaupun mungkin lawan bicaranya belum memiliki power yang
kuat, dan bukankah wanita itu diciptakan dengan sifat sabar yang teramat besar
untuk menghentikan segala macam perselisihan? TAPI kenapa hari ini perempuan
itu sangat kejam?
Ah aku tak mengerti,
Ini yang kedua kalinya aku melihat
sendiri, wanita setengah baya tersebut menggunakan kata kata yang bila
diucapkan padaku yang berusia 21 tahun ini saja sangat menyakitkan,apalagi
harus di ucapkan untuk anak kecil mungil yang belum genap berusia 7 tahun, dan
yang kali ini jauh lebih menyedihkan rasanya, kenapa tidak?
Seorang tetangga datang kerumah mu dan
melaporkan bahwa mereka menyaksikan anak kecil tersebut diperlakukan sedemikian
tidak adilnya oleh seorang asisten rumah tangga. Mereka bilang, “tolong segera dilaporkan pada orang
tua si anak”
Tapi sebenarnya terlalu egois mungkin untuk menyalahkan secara sepihak, karna benar kita tidak pernah tau tekanan macam apa yang dialami oleh seorang asisten rumah tangga untuk menghadapi anak kecil yang mungkin susah diatur.
namun, Hari
ini banyak pelajaran, Benar mencari nafkah itu penting untuk kelangsungan hidup
apalagi untuk yang sudah berkeluarga, tapi Kasih sayang untuk keluarga dan
kepedulian untuk kedamaian dan ketentraman hati keluarga itu hal yang paling
wajib ada. Mungkin nanti jika aku di percaya Allah untuk menjadi seorang ibu, aku
sangat ingin untuk menjaga anak anak ku sendiri, melihat anak anak ku tumbuh
dewasa dibawah pengawasan ku bersama suami dan keluarga besarku, bukan aku
tinggalkan dan lalu aku sibuk mencari uang yang banyak seolah olah aku mengira
anak anak ku akan bahagia bila aku pulang dengan uang yang banyak. Karna aku akui, Kasih sayang itu hal
wajib yang menjadi sumber kebehagiaan alami.
Sayangilah
keluargamu, sayangilah anak anakmu, selagi kamu bisa melakukannya, lakukanlah. karna moment seperti itulah yang akan sangat kamu dampakan suatu hari nanti.

0 komentar:
Posting Komentar